STANDAR PELAYANAN DAN SARPRAS SMP NEGERI 2 KROYA TAHUN 2022

Standar Pelayanan dan Sarpras di SMP Negeri 2 Kroya meliputi:  1.  2.  3.  4.  5.  6.  7.  8.  9.   10.  11.  12.  13.  14.  15.  16.  17.  ...

Wednesday, June 15, 2022

STANDAR PELAYANAN DAN SARPRAS SMP NEGERI 2 KROYA TAHUN 2022

Standar Pelayanan dan Sarpras di SMP Negeri 2 Kroya meliputi: 

1. 

2. 

3. 

4. 

5. 

6. 

7. 

8. 
9.  

10. 

11. 

12. 

13. 

14. 

15. 

16. 

17. 

18. 

 

Thursday, March 4, 2021

APA KABAR LITERASI DI ERA PANDEMI ?


Oleh: Bhayu Anggita Subarkah, S.Pd.

SMP Negeri 2 Kroya

 

Genap satu tahun setelah kasus pertama Covid-19 diumumkan di Indonesia. Gawai yang lekat seharian di genggaman anak remaja pun serempak menjadi unek-unek para ibu yang sudah kehabisan akal selama berlangsungnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Alih-alih untuk keperluan sekolah, kuota internet terkuras untuk bermain gim, menonton video youtube, atau berselancar di sosial media seperti instagram dan tiktok. Indra penglihatan dan pendengaran remaja dimanjakan dengan gambar, video, audio atau perpaduan antarelemen tersebut.

Lalu, apa kabar minat anak remaja menikmati untaian aksara? Hasil riset dari Program Penilaian Pelajar Internasional atau Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa tingkat literasi anak Indonesia pada kelompok umur 15 tahun masih berada di peringkat 73 dunia dari 79 negara. Aktivitas membaca dan menulis tergerus dengan banjir konten multimedia dalam gawai para remaja.

Gawai di era digital bagi remaja bak api dengan asap, tangan hampa tanpa gawai. Tak abai jika gawai seperti pisau bermata dua.  Berguna untuk mengikuti PJJ dan mencari informasi dari internet. Era digital telah mengubah perilaku membaca masyarakat termasuk pelajar. Hasil survei lembaga riset global GFK dan Indonesian Digital Association (IDA) pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 96% konsumsi berita adalah melalui media daring. Artinya hanya 4% yang mengkonsumsi berita dari media cetak.

Di sisi lain, gim dan sosial media sungguh menarik bagi remaja hingga tak sadar jadi candu. Usia pelajar SMP saat ini tergolong dalam generasi Z yaitu kumpulan orang yang lahir di tahun 1995 sampai dengan 2010 (Wibawanto). Generasi Z disebut juga sebagai iGeneration atau generasi internet atau generasi net. Mereka selalu terhubung dengan dunia maya dan dapat melakukan segala sesuatunya dengan menggunakan kecanggihan teknologi yang ada. Generasi Z lahir ketika teknologi informasi sudah tersedia.

Perilaku penggunaan gawai oleh generasi Z didominasi dengan mengakses media sosial untuk berkoneksi dengan orang lain. Aktivitas tersebut disertai dengan banjirnya informasi yang membuat para penyedia konten bersaing untuk meraih atensi pengguna gawai. Aktivitas berselancar di dunia virtual oleh pelajar SMP pun telah menjadi bagian dari aktivitas pendidikan.

Pengajar pun putar otak membangkitkan minat literasi anak didiknya. Kurniasih (2016) dalam penelitiannya mengemukakan lima elemen yang perlu diperhatikan terkait kebiasaan membaca di era digital yaitu esensi membaca, perkembangan teknologi, karakteristik masyarakat, membaca sebagai aktivitas sosial dan perilaku membaca di era digital. Pelajar perlu diingatkan kembali esensi membaca untuk dapat meningkatkan kemampuan berbahasa melalui pemahaman teks dengan tujuan untuk memperoleh informasi, menambah pengetahuan, hiburan dan pengembangan diri. Perkembangan teknologi kini memudahkan pengemasan informasi tertulis berpadu dengan visual menarik, lalu dikemas dalam bentuk digital yang mudah disebarluaskan.

Tantangan penyediaan bahan bacaan bagi pelajar SMP oleh guru dalam lingkup aktivitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan materi pembelajaran. Bahan bacaan mengenai perkembangan sekolah, penyampaian opini, motivasi, dan hal-hal terkait pengembangan soft skill pelajar SMP juga perlu disampaikan kepada siswa.

Berdasarkan tantangan perilaku membaca di era digital tersebut, implementasi buletin digital di SMP Negeri 2 Kroya perlu memperhatikan hal-hal antara lain: 1) relevansi dan akurasi konten; 2) gaya bahasa; 3) jumlah halaman; 4) tampilan visual; 5) interaksi; 6) ukuran dokumen; 7) dan saluran distribusi. Generasi Z memiliki ketertarikan terhadap konten dinamis dan ekspresif seperti TikTok. Mengutip Forbes (2020) lebih dari 60% pengguna TikTok terdiri dari generasi Z. Konten positif yang sedang digemari di TikTok dapat menjadi referensi ide konten yang relevan. Buletin akan memiliki nilai tambah jika dapat membantu siswa mengidentifikasi proses mencerna informasi agar mengenali berita hoaks dan membiasakan mengecek kebenaran informasi. Selain itu, menurut Pakpahan (2021) sangat penting untuk meningkatkan kesadaran Generasi Z akan Bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk menjaga eksistensinya di tengah globalisasi dan westernisasi. Perlu upaya ekstra untuk menanamkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bahasa nasional yang harus lebih diutamakan.

Gaya bahasa buletin tetap menjunjung kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar namun tidak dipungkiri bahwa perlu disesuaikan dengan karakteristik generasi Z agar tidak terkesan kaku dan formal. Menurut Christiani dan Ikasari (2020) gaya bahasa yang cocok untuk generasi Z yaitu bahasa yang sederhana dan setara. Generasi Z juga memerlukan gaya komunikasi ‘ngemong’ atau berarti memberikan perhatian, menuntun, dan mendidik dengan penuh kasih sayang. Dari segi jumlah halaman, perilaku membaca cepat tanpa mendalami substansi membuat durasi bertahan dalam suatu bacaan semakin berkurang. Selain konten yang relevan, gaya bahasa yang sesuai dan jumlah halaman yang sedikit, generasi Z yang lekat dengan gawai telah dimanjakan dengan tampilan visual yang menarik dan atraktif. Buletin juga memerlukan tampilan visual yang menarik perhatian. Penyusun buletin perlu menggali ide-ide kreatif dalam penyusunan konten buletin agar lebih interaktif dan mendukung keterlibatan pembaca.

 

Referensi:

1. Kurniasih, Nuning. 2016. Kebiasaan Membaca di Era Digital: Benarkah Masyarakat Indonesia Tidak Gemar Membaca?. Publikasi Web Culture Forum. https://worldcultureforum-bali.org/reading-habit-in-digital-era-indonesian-people-do-notlike-reading/ diunduh pada tanggal 18 Februari 2021.

2. Christiani, L.C, Ikasari P.N. 2020. Generasi Z dan Pemeliharaan Relasi antar Generasi dalam Perspektif Budaya Jawa. Jurnal Komunikasi dan Kajian Media. Vol 4 (2) : 84-105 diunduh pada tanggal 18 Februari 2021.

3. Pakpahan, Garry. 2021. Kesadaran Generasi Z Akan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar. https://kumparan.com/garry-pakpahan/kesadaran-generasi-z-akan-bahasa-indonesia-yang-baik-dan-benar-1v0fGsQMZCI diunduh pada tanggal 18 Februari 2021.

4. Wibawanto, Hari. 2020. Pembelajaran bagi Generasi Z. Materi Pelatihan E-Learning ITB. https://event.elearning.itb.ac.id/assets/download/materi3.pdf  diunduh pada tanggal 18 Februari 2021.

5. Muliadi, Bradian. 2020. What the Rise of Tiktok Says About Generation Z. Forbes.com. https://www.forbes.com/sites/forbestechcouncil/2020/07/07/what-the-rise-of-tiktok-says-about-generation-z/?sh=1beecf606549  diunduh pada tanggal 18 Februari 2021.

Thursday, February 4, 2021

Keterbukaan Keuangan SMP N 2 Kroya

Program Keuangan dari sumber dana BOS SMP Negeri 2 Kroya dapat anda lihat secara singkat pada gambaran berikut ini, sebagai bentuk keterbukaan sekolah kepada publik tentang keuangan khususnya dana BOS. 

Sedangkan Program keuangan dari sumber dana Sumbangan orang tua/wali juga dapat anda lihat pada gambaran berikutnya.

Semoga gambaran ini dapat memberikan informasi yang tepat kepada orang tua/wali siswa SMP Negeri 2 Kroya.




Friday, December 18, 2020

APA ITU SABER PUNGLI ?

                                                            APA ITU PUNGLI ?


 

EDUKASI ANAK TENTANG BAHAYA PUNGLI

 EDUKASI ANAK TENTANG BAHAYA PUNGLI



Tuesday, November 24, 2020

ESPERO UNJUK GIGI DALAM AJANG KSN (KOMPETISI SAINS NASIONAL) TINGKAT KABUPATEN CILACAP

Badrotul Khasanah foto bersama orang tua, guru pembimbing dan Kepala SMP Negeri 2 Kroya setelah pemberian penghargaan atas prestasinya di ajang KSN dari sekolah 

         Kompetisi Sains Nasional  atau yang biasa disingkat dengan KSN adalah ajang kompetisi bergengsi dalam bidang sains bagi para siswa SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia.    KSN yang sebelumnya dikenal dengan nama Olimpiade Sains Nasional ( OSN ) diselenggarakan dengan harapan dapat mengantarkan peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi .  KSN diselenggarakan setiap satu tahun sekali, mata pelajaran yang dilombakan meliputi mata pelajaran IPA, IPS, Matematika. 
         Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan KSN tahun ini diselenggarakan secara on line mengingat masih berlangsungnya pandemi covid-19 yang mengharuskan para siswa untuk tetap belajar di rumah saja.

Saturday, November 14, 2020

STRUKTUR ORGANISASI ESPERO TP 2020/2021



Oleh:

Zaenal Arifin, S.Pd.,M.Pd.

Struktur organisasi adalah sebuah susunan berbagai komponen atau unit kerja dalam sebuah organisasi yang terdapat pada masyrakat. Struktur organisasi biasanya dibuat dalam perusahaan, sekolah, yayasan, koperasi dan lainnya. Struktur organisasi juga berarti susunan dari berbagai macam komponen atau unit kerja dalam sebuah organisasi. Dalam struktur organisasi terdapat pembagian kerja dan bagaimana fungsi atau kegiatan-kegiatan berbeda yang telak dikoordinasikan dan juga terdapat adanyaberbagai spesialisasi dari sebuah pekerjaan, saluran perintah ataupun penyampaian laporan. Dan ketika akan mengajukan izin organisasi, para pengurus harus melampirkan struktur organisasi berikut nama-nama pengurusnya.