Oleh: Zaenal Arifin, S.Pd.,M.Pd.
Mendasarkan
pada teori Abraham Maslow, bahwa salah satu kebutuhan manusia adalah aktualisasi diri, maka SMP Negeri 2
Kroya meluncurkan program Espero for All. Aktualisasi diri
adalah daya yang mendorong pengembangan diri dan potensi individu, sifatnya
bawaan dan sudah menjadi ciri seluruh manusia. Aktualisasi diri yang mendorong
manusia sampai kepada pengembangan yang optimal dan menghasilkan ciri unik
manusia seperti kreativitas, inovasi, dan lain-lain. Maslow percaya bahwa
setiap orang memiliki keinginan yang kuat untuk merealisasikan potensi potensi
dalam dirinya, untuk mencapai tingkatan aktualisasi diri. Dalam pandangannya, manusia
yang mengaktualisasikan dirinya, dapat memiliki banyak puncak dari pengalaman
dibanding manusia yang kurang mengaktualisasi dirinya (wikipedia.org). Di sekolah, kebutuhan siswa akan aktualisasi diri akan mudah terpenuhi bagi siswa yang memiliki keistimewaan: cerdas, kreatif, percaya diri, dan kelebihan-kelebihan lain. Namun, bagi siswa yang tidak memiliki keistimewaan itu, kebutuhan akan aktualisasi diri menjadi sesuatu yang sangat sulit diperoleh. Akibatnya siswa yang memiliki kelebihan akan terus berkembang potensinya, sedangkan siswa yang cenderung pasif, rendah diri, dan kurang pintar, akan semakin tenggelam dan terkubur potensinya.
Menyadari bahwa semua siswa memiliki hak yang sama, baik siswa yang aktif maupun yang pasif, Maftukh Robani, S.Pd.,M.Pd., kepala SMP Negeri 2 Kroya mencanangkan program Espero for All. Program ini mengedepankan pada penggalian dan pengembangan potensi dari siswa yang cenderung pasif, rendah diri, dan kurang pintar, siswa yang sulit memperoleh aktualisasi diri. Kegiatan-kegiatan pendukung program ini lebih mengarah pada peningkatan prestasi non-akademik, antara lain 1) lomba-lomba non-akademis, misal melukis, fashion show, yel-yel, tari baik klasik mapun modern, dan sebagainya, 2) Espero Enterpreunership, untuk menggali dan mengembangkan potensi siswa dalam bidang wira usaha, 3) EsperoNEWS, untuk menggali potensi siswa dalam bidang jurnalistik, dan 4) Espero Entertainment, untuk menggali potensi siswa di bidang seni musik/vokal. Kegiatan-kegiatan tersebut hanya boleh diikuti oleh kelompok siswa yang cenderung pasif, rendah diri, dan kurang pintar. Pengelola program Espero for All adalah sebuah tim yang beranggotakan Zaenal Arifin, S.Pd., Dewi Hagnyonowati, S.Pd., Ilawati, S.S., Ari Wijayanti, S.Pd., Bambang Joko Sunarto, S.Pd., Tho Umriyah,, Wahyu Budi Santoso, dan Hera Hindriawati, S.Pd.
Hasil yang diperoleh dari pencanangan program Espero for All, terbilang luar biasa. Siswa SMP Negeri 2 Kroya meraih juara pada berbagai lomba. Pada ajang POPDA-Seni (Pekan Olahraga Daerah dan Seni) tingkat kabupaten, siswa SMP Negeri 2 Kroya sering kali menyumbang medali emas bagi kontingen Kroya. Pada ajang lain, gelar juara juga banyak diraih siswa SMP Negeri 2 Kroya, misalnya juara harapan III fashion show Batik BRI tingkat Karesidenan Banyumas, juara I lomba melukis Poster Lingkungan Hidup di Banaran Banyumas, juara III Pencak Silat Yogyakarta Championship tahun 2017, juara I Festival Band Pelajar se-Distrik Kroya di SMK YPE tahun 2015, serta juara pada ajang-ajang lomba lain. Satu yang sangat luar biasa adalah, EsperoNEWS berhasil menjadi finalis Lomba Karya Jurnalsitik Siswa Tingkat Nasional tahun 2015.
Ke depan, selain mempertahankan dan meningkatkan kualitas kegiatan-kegiatan pendukung program Espero for All, juga dicanangkan kegiatan pendukung baru. SMP Negeri 2 Kroya yang memiliki visi Berkompetensi Tinggi, Beriman, Santun, Mandiri, dan Berwawasan Lingkungan, belum lama ini ditunjuk menjadi Sekolah Adiwiyata. Untuk mendukung SMP Negeri 2 Kroya sebagai Sekolah Adiwiyata, maka dicanangkan program Espero Agriculture, yaitu kegiatan pertanian industri yang memperhatikan kelestarian lingkungannya. Kegiatan ini ditujukan untuk menggali dan mengembangkan potensi siswa dalam bidang pertanian. Semoga berhasil.
Espero, luar biasa....!!

No comments:
Post a Comment