Kebersihan pangkal kesehatan. Kata-kata ini sudah
tidak asing lagi bagi kita. Di suatu lingkungan sekolah seringkali sebuah
sekolah mengalami permasalah tentang kebersihan. Hal ini disebabkan oleh para
siswa yang membuang sampah sembarangan. Motivasi penulis mengangkat tema ini
karena sangat kurang sekali kesadaran siswa-siswa untuk membuang sampah pada
tempat sampah atau tong sampah yang telah disediakan.
Walaupun sudah tiap hari diingatkan atau dinasehati namun sampah tetap saja berserakan di halaman maupun di dalam kelas. Bahkan kalau diperiksa di dalam laci meja penuh oleh sampah-sampah kertas dan bekas bungkus makanan. Pemberian hukuman dan sangsi-sangsi tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Pemberian hukuman-hukuman dan sangsi-sangsi tersebut tidak memberikan pengaruh yang berarti.
Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai
tempat terutama di sekolah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan
lingkungan. Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya
hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan
sangat penting bagi kita. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga
kebersihan, tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan,
selain ini siswa juga merobek-robek kertas dalam kelas dan bila memakan jajan
di tempat A bungkusnya dibuangnya juga di tempat A, padahal di tempat-tempat
tersebut telah disediakan tempat sampah.
Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh
dan penuh dengan sampah. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi
juga dapat mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan
juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman. Oleh karena itulah
saya selaku penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap kebersihan
lingkungan sekolah untuk membantu para murid menjadi lebih paham akan arti
kebersihan lingkungan, terutama lingkungan disekitar sekolah.
Arti Kebersihan Lingkungan
Dalam agama Islam, kebersihan sangat dianjurkan. Rasululloh SAW bersabda:yang artinyaL
“Kebersihan adalah sebagian dari iman”. (HR. Ahmad)
Pada hadits lain Rasululloh SAW
bersabda, yang artinya:
Allah SWT berfirman
dalam Al-Quran surat Al-Baqarah, yang artinya:
...... sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertaubat dan menyucikan/membersihkan diri”. (QS. Al-Baqarah: 222)
Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan
higienis yang baik. Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal,
tempat kerja, dan berbagai sarana umum. Kebersihan
lingkungan sekolah adalah salah satu faktor yang mendorong kita untuk lebih
bersemangat dalam proses kegiatan belajar mengajar, oleh karena itu kebersihan
lingkungan sekolah harus dijaga. Begitu pula dengan kebersihan lingkungan
yang harus kita jaga dan kita lestarikan. Kondisi kebersihan saat ini
belum menunjukkan lingkungan sekolah yang bersih. Masih banyak kita jumpai
sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Misalnya di kolong meja, kantin, dan
tempat-tempat yang tidak terlihat oleh mata (tersembunyi). Padahal,
tempat-tempat tersebut bukanlah tempat sampah.
Sampah-sampah tersebut berupa sampah sisa makanan,
bungkus plastik makanan, dan lain-lain. Pada saat upacara bendera yang diadakan
setiap hari senini, pihak sekolah selalu mengingatkan para siswa-siswi
untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Tetapi, tidak jarang juga
ditemukan siswa yang masih saja mengotori lingkungan sekolah. Pihak sekolah
sudah melakukan tindakan-tindakan untuk tercapainya lingkungan sekolah yang
bersih, indah, sehat, dan nyaman. Tindakan-tindakan tersebut antara lain
mengecat kursi dan bangku agar bersih dari coretan-coretan yang tidak pantas
untuk anak sekolah, mengunci ruang kelas pada saat jam istirahat berlangsung
agar siswa dan siswi tidak makan dikelas yang menyebabkan kelas menjadi kotor,
dan memberi sanksi yang tegas bagi siswa dan siswi yang melanggar.
Dengan tindakan-tindakan tersebut diharapkan mampu
menyadarkan siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan dapat
menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang bersih, bebes dari sampah, indah,
sehat, dan dapat mendukung kegiatan proses belajar mengajar (KBM). Tetapi masih
saja bisa kita jumpai tulisan-tulisan kecil di meja-meja kelas yang baru saja
dicat ulang, sampah- sampah kertas di kolong meja. Hal tersebut menunjukkan
betapa rendahnya tingkat kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan
sekolah. Meskipun pihak sekolah sudah melakukan upaya-upaya untuk menciptakan
kebersihan tetapi jika siswa dan siswinya tidak mempunyai rasa memiliki terhadap
fasilitas-fasilitas yang ada, maka semua tindakan tersebut menjadi
sia-sia.
Peran Siswa dalam Menjaga Kebersihan
Lingkungan Sekolah
Agar sekolah terlihat bersih, siswa dapat berperan
dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan cara tidak membuang sampah
sembarangan, selain itu siswa juga bisa memungut sampah yang berserakan dan
membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar tidak ada sampah yang
berserakan di lingkungan sekolah. Serta, siswa diharapkan tidak mencorat-coret
tembok dan bangku yang merupakan sarana pembelajaran, dengan begitu, bangku dan
tembok akan tetap terlihat bersih tanpa adanya coretan-coretan yang dibuat oleh
siswa dan siswi.
Selain membuang sampah pada tempatnya, menjaga
kebersihan bangku dan tembok, siswa juga diwajibkan untuk melaksanakan piket
kelas yang sudah menjadi ketentuan . Dan juga bisa dijadikan lomba kebersihan
kelas induk untuk masing-masing kelas, agar siswa dan siswi dapat menjaga
kebersihan kelas induknya masing-masing. Diluar lomba kebersihan kelas induk tersebut,
juga pihak sekolah membuat satu peraturan yang didalamnya berisi anjuran bagi
siswa dan siswi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, dan memberi sanksi
yang tegas bagi siswa dan siswi yang melanggarnya.
Hal yang paling pokok untuk peran siswa dan siswi
dalam menjaga kebersihan ini adalah, kesadaran diri masing-masing
individu untuk menjaga kebersihan sekolahnya agar sekolah tetap dalam keadaan
bersih dan nyaman untuk proses kegiatan belajar mengajar.
Dalam proses pembelajaran banyak faktor yang
mempengaruhi prestasi siswa. Salah satunya yaitu kebersihan lingkungan sekolah,
khususnya pada lingkungan kelas. Kebersihan sangat mempengaruhi konsentrasi
belajar siswa. Jika kelas bersih, indah dan tertata rapi maka kemungkinan besar
kenyamanan dalam proses pembelajaran akan tercapai. Selain itu konsentrasi pun
bisa lebih fokus, dengan begitu sistem kerja otak akan semakin meningkat.
Tetapi sebaliknya, jika lingkungan sekolah terutama kelas terlihat kotor dan
kumuh, pelajaran atau materi yang akan diberikan oleh guru akan sulit diterima
oleh siswa, hal ini disebabkan karena pecahnya konsentrasi akibat situasi kelas
yang tidak nyaman. Suasana kelas yang seperti ini juga menyebabkan siswa bosan
atau mengantuk. Maka dari itu kelas harus selalu dalam keadaan bersih agar
siswa bisa meningkatkan prestasinya.
Dalam menjaga kebersihan kelas, dibutuhkan kerja sama
antara siswa, guru, dan petugas kebersihan sekolah. Siswa adalah salah satu
pendukung kebersihan sekolah, karena jumlah siswa yang sangat banyak jika
dibandingkan dengan warga sekolah lainnya. Siswa yang memiliki IQ tinggi pasti
memiliki kecerdasan dan kecekatan dalam berfikir. Maka jika diingatkan untuk
tidak membuang sampah sembarangan ataupun mencorat-coret bangku, siswa akan
mematuhi hal tersebut. Dengan kata lain, siswa yang tidak bisa diperingatkan,
selalu merusak, mengotori lingkungan sekolah bisa dikatakan siswa tersebut ber
IQ rendah.
Kebersihan sangat mempengaruhi konsentrasi belajar
siswa. Jika kelas bersih, indah dan tertata rapi maka kemungkinan besar
kenyamanan dalam proses pembelajaran akan tercapai. Selain itu konsentrasi pun
bisa lebih fokus, dengan begitu sistem kerja otak akan semakin meningkat.
Tetapi sebaliknya, jika lingkungan sekolah terutama kelas terlihat kotor dan
kumuh, pelajaran atau materi yang akan diberikan oleh guru akan sulit diterima
oleh siswa, hal ini disebabkan karena pecahnya konsentrasi akibat situasi kelas
yang tidak nyaman. Suasana kelas yang seperti ini juga menyebabkan siswa bosan
atau mengantuk. Maka dari itu kelas harus selalu dalam keadaan bersih agar
siswa bisa meningkatkan prestasinya.
Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor,
kumuh, dan penuh dengan sampah. Disamping itu, sampah yang sering kita buang
dengan sembarangan dapat mencemari lingkungan baik didalam maupun di luar kelas
dan juga dapat menyebabkan suasana belajar yang tidak nyaman. Demi terciptanya
lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah sebaiknya melakukan
upaya-upaya yang bersifat mengatasi masalah tersebut, upaya-upaya yang perlu di
lakukan adalah sebagai berikut:
1.
Guru memberi contoh bila membuang
sampah selalu pada tempatnya.
2.
Membuat tata tertib baru yang isinya
tentang pemberian denda ataupun hukuman bagi setiap siswa yang membuang sampah
tidak pada tempatnya.
3.
Siswa diharapkan mempunyai kesadaran
hati nuraninya sendiri untuk menjaga kebersihan sekolah.
4.
Petugas piket pada hari itu juga
harus membersihkan kelas dan lingkungan sekitar.
5.
Melarang siswa membuang sampah tidak
pada tempatnya.
6.
Melarang siswa mencorat-coret meja
atau kursi di dalam kelas atau lingkungansekitar dan memberikan sanksi yang
tegas bagi pelanggarnya.
7.
Memberi sanksi bagi siswa yang
melanggar tata tertib kebersihan di sekolah.
Sejak era MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), setiap
sekolah wajib memiliki visi sekolah. Visi sekolah ini idealnya menjadi “ruh”
sekolah dalam menyusun program dan pelaksanannya. Visi kemudian dijabarkan
menjadi misi sekolah yang merupakan garis besar program sekolah. Sekolah yang
memiliki visi dan misi yang baik, idealnya akan mengalami kemajuan yang pesat.
Namun, banyak sekali sekolah yang menjadikan visi dan
misi hanya sebagai slogan belaka. Visi dan misi tidak pernah betul-betul
dijabarkan ke dalam program kerja sekolah dan pelaksanaan program kerja.
Akibatnya, banyak sekolah yang sebetulnya memiliki visi dan misi yang bagus,
namun karena visi dan misi itu tidak menjadi “ruh” sekolah, kemajuannya tidak
sebagaimana tergambar pada visi dan misi sekolah. Kondisi sekolah yang riil
jauh sekali dari visi dan misi yang dicanangkan.
Proses membangun siswa menjadi “jiwa
yang cinta lingkungan” juga dapat diawali dengan menetapkan visi sekolah. Selama
ini kebanyakan sekolah mencanangkan visi pada tiga aspek saja, religi,
kecerdasan, ketrampilan. Misalnya: beriman, cerdas, dan mandiri.
Namun, dengan ditetapkannya beberapa
sekolah menjadi sekolah adiwiyata, sekolah yang bersangkutan harus menyisipkan
ke dalam visi sekolahnya, wawasan lingkungan. Tujuan dari penetapan visi
berwawasan lingkungan ini adalah tumbuhnya jiwa siswa yang mencintai
lingkungaannya. Cinta lingkungan ditandai dengan siswa yang terampil
menciptakan lingkungan yang indah, bersih, dan sehat.
Jika visi berwawasan lingkungan ini
benar-benar menjadi “ruh” sekolah dalam menetapkan program kerja dan
pelaksanaannya, dan pelaksanaan program ini dilaksanakan secara kontinyu, tidak
insidental saja, maka harapan kita semua: bahwa akan lahir pribadi-pribadi yang
“cinta lingkungan” dari sekolah adiwiyata betul-betul terwujud. Semoga.
sekolah akan semakin indah...hijau.....adem.....
ReplyDeleteSemoga
Delete